Friday, February 19, 2010

Bagaimana Memilih Speaker?

Pada tulisan sebelumnya, kita sudah bahas bagaimana memilih head unit untuk mobil. Nah pada tulisan ini kita akan membahas bagaimana kita memilih loudspeaker yang baik. Tidak seperti pemilihan head unit yang hanya berlaku untuk mobil, pemilihan speaker sifatnya general - berlaku baik untuk pemakaian di rumah maupun di kendaraan, bahkan di studio rekaman sekalipun.

Sebelumnya saya harus beritahukan ini terlebih dahulu:

Pemilihan speaker yang baik membutuhkan pengertian dan kemampuan membaca spesifikasi teknis dan mengartikannya (membayangkannya) menjadi suara yang tepat. Kita tidak mungkin menilai speaker hanya dengan mendengarkan di satu sistem saja. Mengapa demikian? Karena audio adalah seperti sebuah mata rantai. Semua komponen berpengaruh. Speaker yang terdengar bagus di demo toko favorit Anda bisa jadi bersuara buruk begitu dipasang di rumah yang menggunakan komponen lain yang berbeda. Infact hal ini berlaku di pemilihan semua komponen audio.

Jadi kita tidak perlu langsung percaya jika ada yang menyebutkan speaker X bersuara warm, speaker Y bersuara tajam dan sebagainya, jika kedua speaker X dan Y itu dicoba di sistem yang berbeda - bahkan bila dicoba dengan jenis sistem yang sama namun pada ruangan yang berbeda!

Penilaian karakter speaker hanya bisa dilakukan pada sistem yang sama (A/B test), ruangan yang sama, dan dengan tuning sebaik mungkin untuk speaker tersebut.

So again, supaya tidak tersesat maka pemahaman akan spesifikasi teknis menjadi penting.

Masih ngikutin kan? Saya jamin tidak akan sulit memahami spesifikasi teknis.
Yuk, mari kita mulai...

A. Ukuran fisik speaker
Ah, hal ini tentu mudah dimengerti kan :)
Kita harus mencari speaker sesuai dengan ukuran yang kita butuhkan. Misalnya jika kita ingin memberli speaker untuk dikamar dengan ruangan terbatas, maka kita akan mencari speaker ukuran bookshelf. Namun jika kita ingin membeli speaker untuk ruang home theatre yang besar maka floorstanding bisa jadi pilihan.

Begitu pula halnya dengan di mobil. Jika kita ingin membeli speaker set misalnya, pastikan ukuran setiap speakernya cocok untuk dipasang di mobil kita. Anda tidak ingin menggunakan speaker besar yang menghalangi pandangan kaca depan Anda bukan?
Sebagai acuan, kebanyakan speaker midbass (woofer) untuk mobil standar berukuran 5-6". Midrange adalah 3-4" sementara tweeter 1".

Saat membeli speaker jangan lupa untuk memperhitungkan kedalaman speaker tersebut, jadi jangan hanya melihat ukuran dari depan saja (5", 6", 10" dsb), tapi perhitungkan juga kedalamannya. Hal ini sangat penting untuk midbass dan midrange di mobil. Jangan sampai Anda membeli speaker yang terlalu dalam sehingga kaca mobil Anda jadi tidak bisa ditutup karena tersangkut oleh speaker tersebut.

B. Peruntukan speaker.
Sebenarnya ini topik yang panjang, saya jelaskan singkat saja ya?
Untuk home audio/home theatre:
1. Speaker depan stereo (1 pasang) -> ukuran bookshelf atau floorstander.
2. Speaker center (jika home theatre) -> cari speaker khusus untuk center, biasanya dalam bentuk d'appolito.
3. Speaker surround (home theatre) -> cari speaker khusus surround, biasanya dalam konfigurasi dipole
4. Subwoofer -> untuk memainkan nada2 rendah dan menggetarkan sofa Anda :)

Untuk car audio terdapat 2 bagian besar pilihan: coaxial atau component/split. Sebenarnya terminologi coaxial disini kurang tepat juga - hanya saja term itu yang sering dipakai di toko, jadi yah kita ikuti saja :)
1. Speaker depan stereo
2. Speaker belakang stereo atau surround jika car theatre
3. Subwoofer
4. Speaker center (jika car theatre)
Apakah speaker split selalu lebih baik daripada coaxial? Tidak juga.
Jadi jangan terpaku bahwa split selalu lebih baik. Baca spesifikasinya, pahami dan Anda akan menyadari bahwa beberapa speaker dengan konfigurasi coaxial ternyata lebih baik daripada speaker split yang banyak terdapat di pasaran :)

OK, sekarang kita masuk ke spesifikasi yang lebih teknis...

C. Impedansi
Saya tidak akan membahas terlalu dalam mengenai impendansi disini. Intinya dalam pemilihan speaker, kita harus menyesuaikan impedansi speaker tersebut dengan impendansi yang didukung oleh amplifier nya.
Misal: jika amplifier (atau head unit) mendukung impedansi speaker antara 4-8ohm artinya kita harus menggunakan speaker dengan impedansi minimal 4 ohm.
Nominal impedansi speaker lebih kecil dari nilai tersebut akan merusak amplifier nya. Sementara nominal impedansi lebih besar, meskipun tidak akan merusak namun akan membuat amplifier kehilangan power nya.

D.  Frequency Range / Frequency Response Chart
Frequency response adalah spesifikasi kemampuan speaker mereproduksi frekuensi.  
Frequency response biasanya dinyatakan dalam range frekuensi, dan merupakan faktor pertama yang menentukan kecocokan antara tiap speaker dalam sistem kita (Contoh: speaker depan dengan subwoofer).


Seperti kita ketahui bersama, kemampuan pendengaran manusia adalah antara 20Hz hingga 20Khz.
Sayangnya hampir semua speaker (atau semua?) yang ada saat ini tidak mampu mereproduksi range frekuensi tersebut secara langsung. Oleh karena itu kita membutuhkan beberapa speaker hingga seluruh range frekuensi tersebut dapat dimainkan di sistem kita.
Moral of the story: pastikan semua speaker yang terpasang disistem kita pada akhirnya dapat mengcover range frekuensi 20Hz hingga 20Khz.

Berikut adalah acuan singkat bagaimana memilih frequency response speaker.

Home audio:
1. Speaker depan, speaker surround, speaker center. Batas bawah: 80Hz. Batas atas: 20Khz.
2. Subwoofer. Batas bawah: 20Hz. Batas atas: 120Hz.

Car audio:
1. Midbass/Woofer. Batas bawah: 80Hz. Batas atas: 300Hz untuk 3 way dan 5000Hz untuk 2 way.
2. Midrange (untuk 3 way). Batas bawah: 200Hz. Batas atas: 5000Hz.
3. Tweeter. Batas bawah: 2Khz. Batas atas: 20Khz.

Batas bawah bisa lebih kecil daripada acuan diatas - berarti lebih baik.
Begitu juga dengan batas atas yang lebih tinggi daripada acuan diatas - berarti lebih baik.

Bagaimana jika speaker pilihan kita tidak masuk acuan diatas? Tidak perlu terlalu risau. Frequency response hanya menggambarkan secara general saja. Mungkin memang akan diperlukan speaker lain untuk mengcover kekurangan tersebut.

Hal yang penting adalah: frequency response saja tidak cukup untuk mengetahui kualitas suara yang akan dihasilkan.
Untuk mengetahui kualitas suara yang mampu dihasilkan oleh sebuah speaker kita perlu melihat frequency response chart yang lebih detail.

Kita bahas lebih detail di tulisan selanjutnya ya?

0 comments:

Post a Comment